Fetching Opportunity

Pernakah kalian berfikir seberapa luas bumi yang kalian tinggali ini? Lalu apakah kalian pernah menghitung pula jumlah manusia yang ada di dunia ini? Saya rasa tidak. Tapi apakah kalian percaya bahwa apa yang kalian inginkan dapat terwujud?

Setiap manusia yang lahir di dunia ini memiliki awal yang sama. Tanpa pakaian, dalam keadaan yang lemah hingga menagis, bahkan sama sama terlahir dari seoarang wanita. Namun kerap kali yang membuat diantara mereka berbeda adalah dari ibu mana mereka dilahirkan. Apakah dari keturunan pemalas, keturunan sang jenius, keturunan si miskin atau mungkin keturunan juragan minyak yang uangnya tidak berseri. Tapi apakah itu semua menjadi penentu masa depan si anak? saya rasa tidak.

Padahakikatnya manusia memiliki kemampuan untuk merubah nasib mereka masing masing. Dari baik ke buruk atau dari buruk ke baik itu tergantung keinginan manusia itu sendiri.

Kita memang tidak pernah tau hari esok akan seperti apa. Apakah kita masih bisa merasakan segarnya udara saat subuh atau bahkan kita tidak lagi bisa mendengarkan suara tangis keluarga kita. Tapi justru itu yang seharusnya dapat membuat kita lebih termotivasi dalam menjalani hidup. Cobalah berfikir untuk terus maju dan berkembang dengan cara mu sendiri. Bersahabatlah dengan orang-orang yang memiliki visi sama. Mereka yang ingin terus maju dan berkembang. Jangan kalian dengarkan orang yang hanya ingin menghambat mu dalam berkembang. Bangun dan jemputlah peluang itu. Karena peluang sukses selalu ada di setiap sisi kehidupan.

harapan

Jangan biarkan masa depan kita selalu dibayang bayangi oleh penyesalan. Jika takdir memaksa kita untuk tidak mendapatkan apa yang kita inginkan paling tidak kita pernah berusaha untuk mewujudkannya. Akan timbul kepuasan tersendiri dari itu.

Hidup itu hanya sekali, namun jika kau menjalaninya dengan baik, sekali sudahlah cukup. (Joe E. Lewis)

Jadi jangan pernah takut gagal, karena kegagalan yang sesunggunya adalah dia yang tidak pernah berani mencoba. Usaha dan berdoalah, usaha tanpa doa seperti bekerja tanpa pedoman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *