Jangan Bangga Kalau Kau Sibuk

Pada awal Maret 2017, saya mendapatkan tugas untuk menjadi asisten trainer disalah satu perusahaan besar di daerah Sudirman. Saat itu yang menjadi trainer adalah CO-Founder PT Excellent Infotama Kreasindo, Pak Masim Sugianto atau yang lebih sering dikenal dengan Pak Vavai. Kalau tidak salah itu adalah hari terakhir kami training diperusahaan itu. Materi yang dibahas selama 4 hari training adalah teknologi virtualisasi VMware. Buat temen-temen yang ingin tau tentang VMware bisa membeli bukunya di PT. Excellent atau dengan mengunjungi link dibawah ini.

  

Buku ini ditujukan bagi para SysAdmin yang ingin mempelajari teknologi virtualisasi Vmware. Materi pembahasan mencakup sejarah, variasi lisensi, spesifikasi hardware, panduan instalasi, administrasi, dan business continuity.

Dicetak dalam format buku ukuran B5 dengan kertas art glossy sekitar 209 halaman, buku ini sudah siap dikirim saat ini juga.
Summary Daftar Isi :
1. Overview Excellent
2. Vmware Virtualization
3. Vmware Labs untuk Simulasi
4. Instalasi Vmware vSphere
5. vSphere Networking
6. Virtual Machine
7. Vmware vCenter Server
8. Backup dan Restore
9. Vmware Storage
10. Vmware vSphere Migration
11. Vmware vSphere Cluster
12. Referensi Tambahan : FreeNAS

Keterangan :

– Include 2 DVD dan 1 CD berisi FreeNAS, Vmware Converter, Vmware vCenter Server Appliance, Vmware vClient, Vmware Installer, vSphere Data Protection

 

*Loh kok jadi iklan 😀 Hehehehe,.. Tapi gapapa, masih ada hubungannya kok sama pengalaman saya ini. Lanjut lagi ke topik.

Pagi itu sebelum kami memasuki ruangan training, saya dan Pak Bos mampir dahulu ke tempat semacam kedai roti yang masih berada di kawasan wisma perusahaan tersebut. Sekedar review pekerjaan kemarin. Mungkin tidak sampai 2 menit perjalanan dari tempat roti itu keruangan training.

Saat itu saya bertanya, “Bos, kenapa gak bikin buku aja tentang biografi bos?” lalu beliau hanya tersenyum sambil bertanya, “Buat apa?” ditanya seperti itu saya menjelaskan alasan saya. Beliau sangat sering berbagi pengalaman dengan saya dan tim Excellent. Bagi saya itu menarik dan sangat memotivasi. Namun, dengan kerendahan hati beliau menjawab kurang lebih seperti ini, “Saya bukan pembisnis hebat yang seperti ****. kalau saya bikin buku yaa terus kenapa? gak akan banyak yang tertarik.” Dalam kutipan ini terdapat tanda bintang itu karena saya lupa nama tokoh yang disebutkan Pak Vavai 😀

Beliau pun bercerita tentang pemikiran dan pengalamannya. Satu yang membuat saya berfikir dan menyadari betapa payahnya saya selama ini. Beliau berkata “Being tired isn’t a badge of honor.” Ada yang tau arti dari kalimat tersebut? Yaa benar, menjadi lelah bukanlah sebuah kehormatan. Saat itupun saya berfikir keras. Saya jadi teringat bagaimana lelahnya saya ketika masih bersekolah dulu. Hmmmm mungkin untuk temen-temen yang sudah pernah mendengar cerita saya akan tertarik. Namun kini saya sadar, bahwa itu adalah sebuah kebodohan dan ketidak berdayaan.

Saya ingat waktu itu saya pernah berbicara di depan teman-teman saya tentang tips membagi waktu antara organisasi dan belajar. Bagaimana saya bisa memimpin sebuah organisasi namun masih bisa berprestasi dikelas. Saat itu kami baru selesai latihan drama untuk ujian praktik. Kami duduk membentuk lingkaran dan saya bercerita. Mereka menyimak dan aja juga yang merekam. Lalu ada yang bertanya, “Terus waktu istirahat lu sebentar dong tris? Kok bisa kuat?” Saya hanya jawab, “Sholatlah yang bikin enegi gua kembali full lagi”

Betapa bodohnya saya saat itu. Mendengar pembisnis sukses yang kerja seharian suntuk pagi, siang, malam. Membuat kita berfikir itu keren dan dia hebat. Memang kerja keras bisa membuat kita sukses, namun kalau kita bisa kerja cerdas kenapa harus pilih yang keras? 😀

Pak Vavai sering berkata begini ke para staff nya. “Kalau kalian biasa bekerja 8 jam sehari dengan gaji dua juta misalnya, dan kalian bisa mengubahnya dengan kerja 7 jam sehari dan gaji tetap, yaa kenapa enggak?” Lohh iya jugaa yaaa…. Kalau kalian bekerja, kuliah, atau apapun itu sampai sampai kalian gak punya waktu yang cukup untuk istirahat, itu tandanya kalian payah. Meski hasilnya bagus. Hebat itu ketika kalian bekerja atau kuliah dengan hasil yang sama baik tapi kalian juga punya cukup waktu untuk ibadah dan istirahat.

Ada yang kenal dengan Muhammad? Yaa benar. Baginda besar Rosulullah Muhammad SAW. Siapa yang tak kenal beliau. Presiden sekaligus panglima perang muslim, berdakwah pula dan Beliau juga seorang pedagang. Namun, Beliau menyunahkan untuk tidur tidak larut malam. Agar apa? agar kita bisa menunaikan ibadah sholat malam. Itu tanda bahawa Rosul tidurnya pun tidak terlalu larut, meski pernah ketika ada urusan umat dan kepentingan dakwah yang harus diselesaikan segera hingga membuat Rosul begadang.

Ini berbicara tentang sebuah sistem. Sistem dimana kita bisa melakukannya dengan efektif dan maksimal. Hidup butuh sistem. Atau kalian mau sebut rule juga bisa. Buatlah sistem kalian sendiri. Sistem yang bisa mempermudah aktifitas kalian.

Sekedar sharing aja, saya pun masih belajar soal kehidupan. Saya sangat terbuka untuk komentar atau masukan masukan membangun yang bisa menimbulkan dampak positif bagi semua pihak. 😀

One thought on “Jangan Bangga Kalau Kau Sibuk

  1. Artikelnya bagus tris. Lumayan buat bahan pelajaran dan motivasi.
    Sukses terus ya kawan, jangan lupain temen lama okee.
    Salam, dari kawan satu organisasi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *